Kuliner

CENDOL – MINUMAN SEGAR PELEPAS DAHAGA

cendol
photo by @themeatmensg on instagram

Cuaca siang hari yang panas tentu akan menggoda anda untuk mencari sesuatu yang dingin, segar dan manis. Apa yang kira – kira akan anda pilih untuk mengobati dahaga anda? Es? Sirup? Ada pilihan lain yang mungkin akan cocok jika anda meminum nya pada siang hari dengan cuaca terik. Cendol. Pernah dengar? Tentu saja. Karena minuman manis ini sangat digandrungi oleh semua kalangan. Apalagi jika diminum saat matahari berada diatas kepala atau sebagai sajian berbuka puasa.

Cendol, merupakan salah satu kuliner khas sunda, sebuah minuman yang cukup terkenal di Bandung. Konon, kata cendol erat kaitannya dengan kata ‘jendol’. Mungkin karena tekstur cendol yang kenyal dan berbentuk lonjong, sehingga akan menimbulkan sensasi ‘jendol’ saat masuk kedalam tenggorokan anda. Meskipun belum ada sejarah yang pasti mengapa minuman ini disebut cendol, tapi bisa anda buktikan sendiri sensasi meminumnya. Betapa tidam, minuman khas Bandung ini memiliki bentuk lonjong dengan ujung yang lancip dan tekstur yang kenyal.

Bahan dasar pembuatan kuliner khas sunda yang satu ini terbilang mudah. Anda hanya perlu tepung tapioka, tepung sagu, air panas dan air es. Adapun bahan yang digunakan untuk mendapatkan warna hijau pada butiran – butiran cendol didapatkan dari daun suji. Namun saat ini penggunaan bahan pewarna makanan lebih diminati karena lebih praktis. Cara membuatnya, campurkan tepung tapioka dan tepung sagu dengan air. Kemudian rebus adonan hingga mengental. Setelah adonan mengental, adonan siap untuk dicetak.

cendol

photo by @baba.nyonya on instagram

Pada zaman dulu, cara mencetak cendol adalah dengan menggunakan ayakan. Tapi sekarang, mungkin sudah ada cetakan yang lebih praktis. Cetakan dari adonan cendol yang masih panas, ditampung dalam sebuah wadah yang berisi air es. Ini bertujuan agar adonan yang sudah berbentuk butiran tidak menempel satu sama lain. Kemudian untuk air dari cendol ini menggunakan air santan yang ditambahkan air gula. Gula yang dimaksud adalah gula merah yang sudah dicairkan. Perpaduan manisnya gula dan gurihnya santan, akan menciptakan sensasi tersendiri saat anda meminum minuman manis ini. Para pedagang cendol, biasanya menambahkan potongan nangka pada minuman ini, dan jangan ditanya bagaimana rasanya, karena sudah pasti akan membuat anda ketagihan.

Saat ini, sudah banyak penjual cendol yang berkeliling menjajakan si hijau yang menawarkan kesegaran ini. Namun, di Bandung, ada sebuah cendol yang begitu melegenda. Yaitu cendol Elizabeth. Belum jelas asal – usulnya mengapa disebut cendol Elizabeth (akan kita ulas di posting selanjutnya), namun cita rasanya berbeda dengan cendol yang dijajakan oleh para pedagang keliling. Sudah terbayang bagaimana rasa cendol di mulut anda? Ayo ke Bandung dan cicipi sendiri rasa cendol, kuliner khas Sunda yang menyegarkan!

Komentar Anda

PALING POPULER

To Top