sanghyang heuleut

SANGHYANG HEULEUT, TEMPAT MANDI BIDADARI

photo by @begantine on instagram

Sebuah catatan perjalanan dari @mfauzirchmn on instagram.

Sanghyang Heuleut merupakan danau purba yang lokasinya berada di ujung aliran sungai citarum purba yaitu di sekitar area PLTA Saguling, tepatnya di daerah Rajamandala Kulon, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Masih belum jelas kenapa tempat ini dinamai Sanghyang Heuleut. Jika diartikan per kata, Sanghyang memiliki arti sebagai tempat yang suci, sedangkan Heuleut memiliki arti selang antara dua waktu. Mungkin tempat ini dinamai demikian karena menurut legenda waraga sekitar tempat ini sering dikunjungi oleh para bidadari dari kayangan yang memiliki waktu berbeda dengan dunia manusia. Akses menuju lokasi ini lumayan mudah Karena letaknya yang berada di kawasan PLTU Saguling.

Sekitar  1 jam kami melakukan perjalanan menggunakan motor akhirnya kami sampai di daerah cipatat, kemuadian ada gapura yang bertuliskan kawasan PLTU Saguling. Lalu kami pun terus mengikuti jalan tersebut sampai pada akhirnya kami sampai pada gerbang untuk masuk kawasan PLTU, sebelum kami melewati portal kami sempat mampir dulu di warung yang deket gerbang itu untuk membeli kopi untuk bekal kami, dan sekalian bertanya kepada penjaga warung hanya untuk memastikan saja bahwa kita berada di jalan yang benar. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan melewati portal hingga kami sampai di House Power dan kemudian belok arah kanan mengikuti petujuk arah Karena sudah ada petunjuk arahnya untuk menuju lokasi.

Lalu kami sampailah di tempat parkir,  setelah itu kita melanjutkan perjalan dengan di beri sedikit arahan oleh petugas pakir disana yang katanya disuruh ikutin jalan menuju pipa PLTU kemudian lewat di bawahnya, terus setelah melewati pipa ambil arah kanan. Kamipun jalan sampe melewati bawah pipa, tetapi pada setelah melewati pipa kita bukan mengambil arah kanan malah mengambil arah kiri. Karena memang kita mengikuti dua orang yang ada di depan kami dan juga melihat di maps lokasinya ada di sebelah kiri kami, Karena memang posisinya di sebelah kanan kami tapi jalannya harus melewati tebing jika lewat kea arah kiri. lalu kami memutuskan untuk kembali ke dekat pipa tapi pada saat kami kembali kami bertemu dengan rombongan lain yang tampaknya mengikuti kami.

Setelah kami putar arah akhirnya kamipun bertemu dengan dua orang yang berada di depan kami pada saat kami berangkat. Dan setelah ngobrol ternyata merekapun sama tidak tahu jalannya. Kemudain kami saling bertanya asal kami, dan ernyata meraka bertempat tinggal tak jauh dari tempat kami tinggal. Setelah itu kami memutuskan untuk meneruskan berjalan bareng dengan dua orang tersebut. kamipun kembali ke dekat pipa dan mengikikuti arah ke kanan. Dan ternya memang benar jalannya kesana.

Jalannya menelusuri kebun pisang yang sepertinya milik warga sekitar, dan sudah ada beberapa warung di sekitar kebun pisang itu. Setelah sekitar 30 menit kami berjalan di antara kebun pisang itu akhirnya kita sampai di aliran sungai, dan untuk mencapai lokasi sanghyang heuleut kita masih harus berjalan +  3 Km menelusuri aliran sungai tersebut. setelah sampai di sungai itu sepertinya di karenakan belum makan saya merasa pusing dan mual. Kemudian kita memutuskan untuk istirahat. Dengan dua orang yang barengan yang tadi terus melanjutkan perjalannanya duluan. Setelah merasa cukup istirahat kamipun melanjutkan perjalanan menelusuri aliran sungai. Setelah sekitar 30  menit kami menelusuri aliran sungai tersebut sampailah kami di lokasi. Dan pada saat sampai di sana kami merasa sedikit heran Karena ada perempuan yang memakai pakaian gamis dan sepatu wedges, dan bahkan ada yang membawa anak kecil sampai ada warung juga. Sampai sayapun bertanya tanya apakan ada jalann lain yang lebih gampang dari jalur yang kami lewati sebelumnya.


photo by @donilaksono on instagram

Kemudian setelah kita sampai di sana kita bertemu dengan dua orang yang barengan sebelumnya, kamipun memutuskan untuk begabung mencari spot yang enak untuk sekedar me masak mie dan menyeduh kopi. Lalu kamipun mendapatkan tempat yang strategis di sebelah air tejun yang tak cukup tinggi. Lalu kamipun mengeluarkan bekal bekal kami masing-masing. Dan kamipun ngobrol ngorol lah sambil menunggu mienya matang.

Tidak terasa sudah lama kami mengobrol sampai haripun sudah semakin siang dan kamipun memutuskan untuk pulang dan sebelum pulang kami ingin berenang hanya untuk sekedar menghilanhkan keringat, tetapi dua orang itu memutuskan untuk lebih ke atas lagi untuk sekedar berfoto. Setelah kami beres dengan barang bawaan masing- masing, kamipun kembali berpisah dengan dua orang tersebut. kami melakukan perjalanan pulang sambil mencari spot yang sepi untuk berenang Karena di spot sebelumnya sudah penuh sesak dengan orang berenang. Kamipun menemukan spot yang pas untuk berenang, dan kamipun memutuskan untuk berenang disana.

Keasikan berenang kamipun tersadar bahwa hari sudah mulai sore, kami memutuskan untuk segera mengganti pakain kami dan segera melanjutkan perjalanan untuk pulang, setelah sudah ganti baju dan merapihkan semua barang bawaan kami, kamipun melanjutkan perjalanan pulang dengan menyusuri kembali aliran sungai kembali dan sempat bingung juga di mana jalan untuk naik ke kebun wargannya, tapi tak berapa lama kamipun menemukann jalannya dan lanjut perjalanan, dan sampai di parkiran tempat kami menyimpan motor sekitar pukul 17.00 dan kami tak berlama-lama kamipun langsung bergegas dan melanjutkan perjalanan menuju rumah.
Let’s find and explore bandung barat…